Cara Efektif Mengatasi Busuk Buah Antraknosa pada Cabai

Penyakit antraknosa pada buah cabe ( Sumber Foto : Mitra Bertani )

klik agrosiana.com – Cabai merupakan salah satu komoditas pertanian yang sangat populer di Indonesia. Namun, tanaman ini sering kali menghadapi berbagai masalah penyakit, salah satunya adalah penyakit busuk buah antraknosa. Penyakit ini dapat menimbulkan kerugian besar bagi petani jika tidak dikendalikan dengan baik. Dalam artikel ini, kita akan membahas gejala, penyebab, dan cara pengendalian penyakit busuk buah antraknosa pada cabai.

Gejala awal dari penyakit ini ditandai dengan munculnya bercak yang mengkilap, sedikit terbenam, dan berair pada permukaan buah cabai. Bercak ini memiliki warna yang bervariasi, mulai dari hitam, oranye, hingga coklat. Warna hitam merupakan struktur dari cendawan penyebab penyakit, berupa mikro sklerotia dan aservulus. Jika kondisi lingkungan lembap, tubuh buah dari cendawan ini akan berwarna oranye atau merah muda.

Seiring waktu, bercak tersebut akan semakin melebar dan membentuk lingkaran konsentris dengan diameter sekitar 30 mm atau lebih. Dalam waktu singkat, buah cabai yang terinfeksi akan berubah warna menjadi coklat kehitaman, kemudian membusuk. Serangan yang parah dapat menyebabkan seluruh buah mengeriput dan mengering, dengan warna kulit buah menyerupai jerami padi.

Penyakit busuk buah antraknosa pada cabai disebabkan oleh cendawan (jamur) yang termasuk salah satu patogen tular benih. Penyebaran penyakit ini terutama terjadi melalui percikan air, baik dari air hujan maupun dari alat semprot. Suhu yang ideal bagi perkembangan cendawan ini berkisar antara 20–24°C.

Agar tanaman cabai tetap sehat dan terhindar dari penyakit busuk buah antraknosa, ada beberapa langkah pengendalian yang dapat dilakukan. Bersihkan lahan dan buang tanaman yang terinfeksi untuk mencegah penyebaran penyakit. Gunakan benih cabai yang tahan terhadap penyakit ini, pastikan benih yang digunakan bebas dari patogen. Lakukan pergiliran tanaman, penggunaan benih sehat, serta sanitasi dengan memotong dan memusnahkan buah yang terinfeksi. Jika diperlukan, gunakan fungisida sesuai anjuran. Pastikan untuk menghindari penggunaan alat semprot yang tidak bersih, atau lakukan sanitasi alat semprot terlebih dahulu.

Memahami gejala, penyebab, dan cara pengendalian penyakit busuk buah antraknosa pada cabai sangat penting bagi petani. Dengan penerapan metode pengendalian yang tepat, petani dapat melindungi tanaman cabai mereka dan memastikan hasil panen tetap optimal.