Pengendalian Penyakit Antraknosa Pada Cabai

masukkan suber
Cabe terserang Antraknosa ( sumber Gambar : Nufarm )

Salah satu penyakit umum pada lahan pertanian cabai di Indonesia adalah ‘Patek’ (Antraknosa) yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum atau Gleosporium. Penyakit ini dapat menyebabkan petani mengalami kerugian besar karena muncul tiba-tiba, mudah menyebar, dan sulit dikendalikan. Gejala awalnya berupa bercak coklat kehitaman pada buah cabai yang kemudian membusuk dan mengkerut. Penyakit ini dapat menular melalui percikan air, hujan, angin, atau kontak dengan tangan pemetik buah. Benih tidak sehat dan lingkungan lembab juga dapat memicu penyakit ini.

Untuk mengendalikan penyakit patek, perlu disemprot fungisida beberapa kali. Fungisida yang dianjurkan berbahan aktif Asibensolar-S-metil 1, Mankozeb 48, Tembaga Sulfat, Karbendazim  dan lain-lain, Namun, penggunaan berlebihan fungisida dapat membahayakan konsumen. Langkah pencegahan yang aman termasuk memusnahkan cabai yang terinfeksi, merendam benih sebelum disemai, memilih bibit yang sehat, menjaga kebersihan alat pertanian, menetapkan jarak tanam yang tepat, dan melakukan pemupukan yang sesuai. Selain itu, pemberian Trichoderma   juga dianjurkan sebagai langkah pencegahan. Penyakit patek dapat bertahan lama di lahan, sehingga pemilihan lokasi tanam yang tidak terinfeksi dan pemakaian bibit sehat sangat penting