Salah satu hama utama di tanaman padi adalah Penggerek Batang. Penggerek ini muncul setelah perkembangan kupu-kupu atau ngengat yang menaruh telur di daun-daun padi. Ngengat atau kupu-kupu dari hama ini tidak membahayakan langsung padi, namun perlu memperhatikan telur yang ditaruh oleh ngengat atau kupu-kupu tersebut. Penggerek Batang menyerang padi pada semua tahap pertumbuhannya, mulai dari penanaman hingga sebelum panen. Gejala awal serangan hama ini disebut sundep, terjadi sebelum padi berbunga, sedangkan beluk terjadi setelah keluarnya malai. Sundep menyebabkan daun padi muda menguning, tergulung, dan kemudian mati. Beluk, di sisi lain, mempengaruhi fase generatif padi, dengan bunga atau buah padi yang keluar berwarna putih, berguguran, dan gabahnya kosong.
Pengaturan pola tanam yang tepat dapat membantu mencegah serangan penggerek batang pada padi. Disarankan menanam padi 15 hari setelah puncak penerbangan ngengat untuk mengurangi risiko serangan. Pengendalian hama bisa dilakukan secara mekanis dengan mengumpulkan telur, serta penggunaan insektisida berbahan aktif karbofuran, BPMC , Dimehipo jika diperlukan. Penggunaan parasitoid Trichogramma japonicum mulai dari awal penanaman juga disarankan. Selain itu, rotasi tanaman dengan tanaman lain dapat membantu memutus siklus hama. Pada masa panen, tanaman dipotong serendah mungkin dan dibiarkan genangan air untuk membunuh larva. Perlu membaca petunjuk dengan cermat sebelum menggunakan insektisida.Ga













