Mencari Jawab Mengapa Sabar Dan Reza Tidak Termasuk Dalam Pelatnas PBSI Tahun 2025

Sumber Gambar : Bola.com

Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani  tidak termasuk dalam daftar atlet yang dipanggil untuk masuk ke Pelatnas PBSI pada tahap pertama tahun 2025. Keduanya merupakan pasangan ganda putra yang berhasil menunjukkan performa yang gemilang sepanjang tahun 2024. Meskipun demikian, keputusan untuk tidak memasukkan mereka dalam Pelatnas tersebut tentu menimbulkan pertanyaan mengapa hal ini terjadi.

Perkembangan terkini dari PBSI telah mengumumkan rangkaian nama atlet yang akan bergabung dalam Pelatnas mulai tahun berikutnya. Dalam sektor ganda putra, terdapat beberapa perubahan namun tidak begitu signifikan pada kategori utama. Sementara beberapa nama seperti Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto, dan Leo Rolly Carnando tetap menjadi langganan untuk mengisi skuad Utama

Salah satu perbedaan yang mencolok adalah ketiadaan nama Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon setelah keduanya memutuskan untuk pensiun dari Pelatnas. Perubahan lainnya adalah absennya nama M. Rayhan Nur Fadillah dari skuad utama untuk musim turnamen yang akan datang. Di samping itu, tidak ada tambahan pemain baru dalam kategori utama ganda putra, meskipun prestasi Sabar dan Reza sepanjang tahun terbilang cemerlang.

Dalam Kompetisi BWF Tahun 2024 ini , Sabar dan Reza berhasil meraih gelar juara di berbagai turnamen seperti Spain Masters dan meraih posisi runner-up di sejumlah kompetisi bergengsi lainnya seperti China Masters, Macau Open, serta Hong Kong Open. Meskipun demikian, catatan prestasi tersebut belum mampu membawa mereka kembali ke Pelatnas bulutangkis di Cipayung.

Taufik Hidayat, Wakil Ketua Umum PBSI, menjelaskan bahwa salah satu alasan Sabar dan Reza tidak termasuk dalam pelatnas PBSI 2025 mungkin berhubungan dengan pertimbangan usia. Dengan usia Sabar yang menginjak 28 tahun dan Reza yang berumur 26 tahun, mungkin ada kekhawatiran terkait masa depan mereka dan target jangka panjang seperti Olimpiade 2028

Meski demikian, Taufik tetap memberikan semangat bagi atlet di luar Pelatnas PBSI untuk terus berusaha dan mencapai prestasi bagi Indonesia. Ia merasa bahwa atlet di luar pelatnas juga berpeluang untuk ikut serta dalam Olimpiade, asalkan mampu meraih prestasi yang dibutuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa PBSI memberikan dukungan bagi atlet di seluruh lapisan untuk berkembang dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.