Bahrain harus kehilangan dua pilar di lini pertahanan saat menghadapi Timnas Indonesia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup C. Laga ini akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, pada Selasa (25/3).
Dua bek utama Bahrain, Amine Benaddi dan Hamad Shamsan, dipastikan absen pada pertandingan penting ini. Kehilangan mereka bisa menjadi pukulan bagi tim asuhan Juan Antonio Pizzi, mengingat keduanya berperan besar dalam menjaga kestabilan lini belakang Bahrain sepanjang turnamen ini. Selain itu, gelandang Ahmed Al Sherooqi juga harus kembali ke negaranya karena masalah keluarga. Meski demikian, absennya Al Sherooqi tidak terlalu berpengaruh terhadap kekuatan tim, karena ia tidak masuk dalam daftar susunan pemain saat Bahrain menghadapi Jepang dalam laga sebelumnya.
Absennya dua bek utama Bahrain tentu menjadi keuntungan bagi Timnas Indonesia, yang saat ini membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang lolos ke fase berikutnya. Skuad Garuda, yang diasuh oleh Patrick Kluivert, bisa memanfaatkan celah ini untuk menekan sejak awal pertandingan. Dengan kelemahan di lini pertahanan Bahrain, Indonesia bisa mengandalkan kecepatan pemain sayap seperti Dean James, Eliano Reijnders dan Marselino Ferdinan untuk mengeksploitasi sisi pertahanan lawan. Selain itu, peran striker utama, baik itu Ole Romeny atau Rafael Struick, akan sangat krusial dalam memaksimalkan peluang di kotak penalti.
Namun, Timnas Indonesia tetap harus berhati-hati. Meski kehilangan beberapa pemain kunci, Bahrain tetap memiliki materi pemain yang berkualitas dan pengalaman di level internasional. Kesalahan kecil bisa menjadi petaka, sehingga disiplin dalam bertahan dan fokus sepanjang pertandingan menjadi kunci bagi Garuda untuk meraih kemenangan.
Bermain di SUGBK tentu menjadi keuntungan bagi Timnas Indonesia, terutama dengan dukungan penuh suporter Garuda yang diharapkan memenuhi stadion. Atmosfer yang diciptakan oleh para pendukung bisa memberikan tekanan bagi Bahrain, sekaligus meningkatkan motivasi pemain Indonesia untuk tampil lebih agresif dan percaya diri.
Dengan segala kondisi yang ada, laga ini menjadi kesempatan emas bagi Timnas Indonesia untuk meraih tiga poin penting. Namun, kesiapan mental dan strategi yang tepat akan menjadi faktor utama dalam menentukan hasil akhir pertandingan.











