Fakta Terbaru Kakao Indonesia: Produksi, Kualitas, dan Tantangan”

Tanaman Kakao ( Sumber Foto : Distan Pasaman

Kakao adalah komoditas perkebunan penting bagi Indonesia, yang pada 2020 menjadi produsen kakao terbesar ketiga di dunia dengan produksi 659,7 ribu ton. Pulau Sulawesi menyumbang 75% dari total produksi nasional. Meski mencapai puncak produksi 740,5 ribu ton pada 2012, angka ini kemudian menurun, meskipun program Gernas Kakao (2009-2013) sempat meningkatkan luas lahan dan produksi.

Tantangan Produksi Kakao Produksi kakao Indonesia menghadapi tantangan serius, termasuk penurunan produktivitas lahan, serangan hama, penyakit, dan minimnya penggunaan pupuk. Sekitar 90% produksi berasal dari petani kecil dengan keterbatasan finansial dan teknologi. Hal ini berdampak pada kualitas dan kuantitas produksi, serta memaksa pemerintah membuka impor biji kakao.

Kualitas Biji Kakao Indonesia Biji kakao Indonesia memiliki kendala kualitas, seperti fermentasi yang kurang, ukuran biji tidak seragam, dan harga yang lebih rendah di pasar internasional. Pada 2020, 86,09% biji kakao Indonesia tergolong rendah dan dikenakan potongan harga 10-15% dari harga pasar global.

Upaya Peningkatan Produksi dan Kualitas Pemerintah fokus pada penggunaan bibit unggul, pengendalian hama, pelatihan bagi petani, dan peningkatan kualitas biji dengan fermentasi yang tepat. Standar Nasional Indonesia (SNI) Biji Kakao juga diterapkan untuk menjaga mutu dan daya saing di pasar internasional.

Dengan langkah-langkah ini, Indonesia memiliki peluang besar untuk mempertahankan dan meningkatkan posisinya sebagai salah satu produsen kakao utama dunia.”)}