Sejarah baru tercatat dalam perjalanan pemerintahan Indonesia. Untuk pertama kalinya, pelantikan serentak 961 kepala daerah beserta wakilnya dilaksanakan di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Acara yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ini menjadi momentum penting dalam pemerintahan daerah di seluruh Nusantara.
Sebuah Kirab Menuju Sejarah
Sebelum prosesi pelantikan, seluruh kepala daerah yang akan dilantik mengikuti kirab dari Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Negara. Rangkaian acara pun dimulai dengan khidmat, diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang menggema di halaman istana. Dilanjutkan dengan pembacaan Keputusan Presiden (Keppres) terkait pelantikan gubernur dan wakil gubernur, serta keputusan Menteri Dalam Negeri mengenai pengesahan bupati dan wali kota beserta wakilnya.
Sumpah Jabatan: Janji Setia untuk Negeri
Dalam momen yang penuh khidmat, Presiden Prabowo Subianto menanyakan kesediaan para kepala daerah untuk mengucapkan sumpah jabatan. Serempak, mereka menjawab dengan lantang, “Bersedia.” Presiden kemudian memimpin pembacaan sumpah jabatan, diikuti oleh seluruh kepala daerah:
“Saya bersumpah/berjanji akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur, sebagai wakil gubernur, sebagai bupati, sebagai wakil bupati, sebagai wali kota, sebagai wakil wali kota dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa.”
Setelah sumpah diucapkan, enam perwakilan kepala daerah maju untuk menandatangani berita acara pelantikan, masing-masing mewakili agama yang dianut oleh para pemimpin daerah:
- Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal (Islam)
- Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda (Katolik)
- Wali Kota Singkawang, Tjhau Chui Mie (Buddha)
- Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata (Hindu)
- Wali Kota Manado, Andrei Angouw (Konghucu)
- Bupati Merauke, Yoseph P Gebze (Kristen Protestan)
Penandatanganan ini menjadi simbol sahnya pelantikan, menandai awal masa jabatan baru bagi mereka yang diberi amanah oleh rakyat.
Jumlah Kepala Daerah yang Dilantik
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, mengonfirmasi bahwa total kepala daerah yang dilantik pada hari bersejarah ini meliputi:
- 33 gubernur dan 33 wakil gubernur
- 363 bupati dan 362 wakil bupati
- 85 wali kota dan 85 wakil wali kota
Amanat Presiden: Dedikasi dan Kepatuhan pada Konstitusi
Setelah prosesi pelantikan, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan amanat kepada para kepala daerah yang baru dilantik. Dalam pidatonya, Presiden menekankan pentingnya pengabdian kepada masyarakat serta kepatuhan terhadap konstitusi dan peraturan perundang-undangan.
“Saudara-saudara adalah ujung tombak pembangunan bangsa. Kepemimpinan bukan sekadar jabatan, tetapi amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Presiden.
Pelantikan serentak ini diharapkan membawa angin segar bagi pemerintahan daerah di Indonesia. Dengan semangat baru dan kepemimpinan yang kuat, para kepala daerah diharapkan dapat memberikan kontribusi terbaik demi kesejahteraan masyarakat serta kemajuan bangsa dan negara.
Selamat bertugas kepada para kepala daerah yang telah dilantik!






