Menanam cabe memang mengasyikkan, terutama saat melihat hasil panen yang melimpah. Namun, untuk mencapai hal tersebut, pemupukan menjadi salah satu kunci utama. Memberikan pupuk dengan cara dan waktu yang tepat akan memastikan tanaman cabe tumbuh subur dan berbuah lebat. Lantas, bagaimana cara pemupukan cabe yang benar setelah tanam? Yuk, simak tips dan caranya berikut ini!
Mengapa Tanaman Cabe Perlu Dipupuk?
Secara alami, tanah mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman cabe. Namun, kandungan unsur hara di dalam tanah tidak selalu mencukupi, terutama di lahan yang kesuburannya rendah. Oleh karena itu, pemupukan menjadi langkah penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman cabe.
Ada beberapa daerah dengan tanah yang sangat subur, seperti di sekitar tepian sungai atau lahan hutan yang baru dibuka. Di lokasi seperti ini, pemupukan tambahan mungkin tidak terlalu diperlukan. Namun, di sebagian besar lahan pertanian, pemupukan harus dilakukan agar tanaman cabe dapat tumbuh optimal.
Tahapan Pemupukan Tanaman Cabe
Pemupukan tanaman cabe tidak cukup dilakukan sekali saja, melainkan harus diberikan beberapa kali, baik sebelum tanam (pupuk dasar) maupun setelah tanam (pupuk susulan). Berikut tahapan dan jenis pupuk yang digunakan:
1. Pupuk Dasar Sebelum Tanam
Pupuk dasar adalah pupuk yang diberikan sebelum bibit cabe ditanam, idealnya 7-10 hari sebelumnya. Tujuannya adalah agar pupuk dapat berbaur dengan tanah dan tidak menyebabkan keracunan bagi bibit.
Jenis pupuk dasar yang digunakan:
- Pupuk kandang atau kompos
- Kapur dolomit/kaptan
- Urea atau ZA
- TSP atau SP36
- KCl
Pupuk dasar ini ditaburkan merata di bedengan, lalu dicampur dengan tanah agar lebih efektif.
2. Pemupukan Setelah Tanam (Pupuk Susulan)
Meskipun sudah diberikan pupuk dasar, cabe tetap membutuhkan pemupukan susulan agar pertumbuhannya maksimal. Pupuk susulan ini diberikan secara berkala setelah tanaman cabe ditanam.
Kapan Pupuk Susulan Diberikan? Tidak ada aturan baku mengenai waktu pemberian pupuk susulan. Namun, umumnya dilakukan saat tanaman cabe berumur:
- 7 hari setelah tanam
- 10 hari setelah tanam
- 15 hari setelah tanam
Jenis Pupuk yang Direkomendasikan Semua jenis pupuk sebenarnya baik untuk tanaman cabe, tetapi yang paling efektif adalah pupuk dengan kandungan NPK lengkap, seperti:
- NPK Phonska
- NPK 16-16-16
Atau menggunakan pupuk tunggal yang mengandung nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), seperti:
- Urea/ZA
- TSP/SP36
- KCl
Pada awal pertumbuhan, tanaman cabe membutuhkan unsur fosfor (P) dalam jumlah tinggi untuk memperkuat akar dan batangnya.
Dosis dan Cara Aplikasi Pupuk Susulan
Saat tanaman cabe masih muda (7-15 hari setelah tanam), akarnya belum cukup kuat sehingga dosis pupuk harus rendah agar tidak menyebabkan keracunan.
Dosis Pupuk:
- 3 gram per pohon, atau
- 3 kg per 1.000 tanaman
Cara Pemberian Pupuk:
- Metode Tabur: Pupuk ditaburkan melingkar di sekitar batang dengan jarak 5-10 cm.
- Metode Kocor: Larutkan 3 gram pupuk NPK dalam 200 ml air, lalu dikocorkan ke setiap tanaman. Jika dalam jumlah besar, larutkan 3 kg pupuk NPK dalam 200 liter air, kemudian aplikasikan 200 ml larutan per tanaman.
Frekuensi Pemupukan Setelah Tanam
Pemupukan susulan dilakukan setiap:
- 7 hari sekali
- 10 hari sekali
- 15 hari sekali
Seiring bertambahnya umur tanaman, dosis pupuk juga perlu ditingkatkan secara bertahap. Pemupukan terus dilakukan hingga tanaman cabe memasuki masa panen dan tetap diberikan selama tanaman masih berproduksi.
Kesimpulan
Pemupukan yang tepat akan memastikan tanaman cabe tumbuh sehat dan menghasilkan buah yang melimpah. Pastikan untuk memberikan pupuk dasar sebelum tanam, serta pupuk susulan secara berkala setelah tanam. Gunakan jenis pupuk yang sesuai, dosis yang tepat, dan metode aplikasi yang efektif agar tanaman cabe dapat tumbuh optimal.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda bisa menikmati hasil panen cabe yang lebih berkualitas dan berlimpah. Selamat bertani dan semoga sukses! 🌶🌱













