klik agrosiana.com – Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk periode Januari hingga Desember 2024, nilai total ekspor non-migas Indonesia mencapai Rp 3,9 triliun. Dari total ekspor tersebut, Tiongkok menjadi negara tujuan utama dengan pangsa pasar sebesar 24,2%. Dominasi Tiongkok ini menunjukkan hubungan perdagangan yang kuat antara Indonesia dan negara tersebut, terutama di sektor non-migas.
Selain Tiongkok, negara-negara ASEAN secara kolektif menjadi tujuan ekspor terbesar kedua dengan pangsa sebesar 18,2%. Hal ini menandakan pentingnya pasar regional bagi produk-produk Indonesia. Amerika Serikat berada di peringkat ketiga dengan kontribusi sebesar 10,6%, yang menunjukkan kuatnya permintaan produk Indonesia di pasar Amerika.
Negara-negara lain yang menjadi tujuan utama ekspor Indonesia meliputi:
- India: 8,2%
- Jepang: 7,5%
- Uni Eropa: 6,9%
- Korea Selatan: 3,7%
- Taiwan: 2,3%
- Australia: 1,8%
Sementara itu, kategori “Lainnya” yang mencakup berbagai negara lain menyumbang 16,5% dari total ekspor non-migas Indonesia.
Analisis Performa Ekspor
Dari data ini, terlihat bahwa Asia masih menjadi kawasan utama tujuan ekspor Indonesia, dengan Tiongkok sebagai pemain dominan. Selain itu, keterikatan dengan pasar ASEAN dan kemitraan dengan negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan India semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai negara pengekspor.
Namun, penting bagi Indonesia untuk terus meningkatkan daya saing produk ekspornya, terutama dengan diversifikasi pasar dan produk agar ketergantungan terhadap beberapa negara tujuan dapat dikurangi.













